Friend with Benefits (FwB), Cara mendapatkan !!





         Belakangan ini ramai membahas tentang Friends with Benefits atau yang biasa disingkat dengan sebutan FwB. Dan karena tema ini juga akan diangkat dalam video selanjutnya dalam channel Etimologi Komuni. Maka saya memutuskan untuk membahasnya kali ini.

Friend with Benefits sendiri adalah sebuah hubungan tanpa keterikatan emosional tapi saling menguntungkan satu sama lain.


All men are animals
And all women are Gold Diggers
-Lowndes, 2013-
Konsepnya adalah :
Pria memberikan semua yang wanita butuhkan
dan sebagai imbalan Pria mendapatkan sex dari wanita
secara sukarela

Bagi wanita FwB bagaikan sebuah tabungan jangka pendek, yang harusnya dilakukan atau di bina secara sadar dengan kata lain memang sudah niat dari awal. Namun kebanyakan wanita terlalu naïf dan tidak pernah menyangka proses pendekatan yang terjalin, justru akan berakhir dengan status Friends with Benefits.

FwB memiliki pola 2 orang dalam hubungan teman, dengan status yang masih teman atau dalam proses pendekatan. Kemudian masing-masing diantara mereka melakukan aktifitas seksual. Maka besar kencedrunganya hubungan tersebut berakhir sebagai FwB.



Unsur Paling dibutuhkan dalam Fwb

            Banyak orang menerka bahwa unsur paling penting dari FwB untuk seorang pria adalah uang, sementara untuk wanita adalah tubuh yang sexy dan wajah yang cantik.

Well … kedua hal itu memang ada benarnya juga, namun saya sering melihat pria dengan kantong yang pas-pasan bahkan bisa tak jarang wanitanya yang mengeluarkan uang, namun dia bisa mendapatkan keuntungan plus-plus atau teman FwB yang cantik dan menarik.

Banyak pula beberapa murid wanita saya yang sebenarnya tidak memiliki wajah yang cantik, namun berhasil mendapatkan teman kencan yang tampan dan juga kaya raya.

Lantas …. Apa unsur yang paling penting tersebut?


1. Waktu

Saya pernah melihat video di youtube entah channel siapa, divideo tersebut menerangkan seorang ayah yang selalu sibuk dengan pekerjaan, melupakan keluarganya, seakan tak acuh dengan tumbuh kembang anaknya.

Saat hari tua menjelang dia mulai sakit-sakitan dan tak mampu bangkit dari tempat tidur. Anak-anaknya pergi meninggalkan, mereka hanya datang sesekali untuk formalitas. Mereka mengulang apa yang ayahnya lakukan dulu.

Sebenarnya niat ayahnya pun tidak jelek, ia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya dan tidak ingin membuat keluarganya merasa kekurangan, dan dia berhasil melakukanya. namun naas ia mengorbankan sesuatu yang paling berharga didunia.

Waktu


2. Kepercayaan

Selain waktu hal yang paling penting lainya adalah Kepercayaan. Dalam hal ini saya mengibaratkan seperti memaku di dinding.

Paku di ibaratkan sebagai kepercayaan dan dinding adalah orang, saat orang berhasil menaruh kepercayaanya kepada anda berarti anda telah berhasil memaku dirinya, namun saat kalian merusak kepercayaan berarti kalian telah mencabut paku yang telah menempel.

Lalu apakah paku yang dicabut dari dinding akan membuat roboh?, tentu tidak dinding akan tetap kokoh berdiri, namun lubang bekas paku nya tidak akan pernah hilang, mungkin dinding tersebut bisa ditambal dengan lukisan,plester, atau bahkan disemen kembali.

Namun bekasnya tetap ada.


Bisa kah FwB dengan modal kecil?



Kalian mesti tau saya adalah orang yang memiliki prinsip yang bisa dikatakan pelit.

Apapun yang dimulai dan dilalui dengan modal yang terlalu besar diawal
Tidak memiliki nilai seni yang tinggi.

Itu lah kenapa dalam hal apapun entah itu bermain game atau mendirikan usaha. Saya memulainya dengan modal yang relatif kecil dan terjangkau.

Buat saya uang adalah jalan pintas, dengan uang ya kalian bisa mendapatkan apapun. Sama hal nya dengan mendapatkan FwB,  saat kalian mengeluarkan uang terlalu besar maka kalian telah kehilangan inti dari keseruan FwB itu sendiri.

Dibanyak artikel saya selalu mengatakan bahwa saya tidak pernah mendidik orang (apapun jenis kelaminya) untuk menjadi bawahan,pasangan, atau apapun itu.

Saya mendidik orang untuk menjadi pengabdi, berarti membantu dia menyelesaikan masalah, memberikan solusi, waktu, pemikiran, dan mendorongnya maju bahkan jika nantinya dia akan lebih maju dari kalian.

Seandainya kalian mendidik orang hanya untuk menjadi pekerja, suatu ketika karirnya melesat jauh melebih anda. Mungkin anda akan dilupakan dan tidak di ingat sama sekali (apa lagi jika anda memperlakukanya semena-mena).

Namun jika anda mendidik pengabdi, sejauh apapun dia pergi, dan sejauh apapun dia melangkah ke atas. Dia akan kembali, karena dia tetap membutuhkan anda dan akan selalu mengingat setiap ajaran-ajaran yang kalian berikan.


Tanda-tanda wanita bersedia diajak FwB

FwB sendiri bisa dimulai dari 2 cara, yang pertama melalui Fase Pendekatan. Fase yang dimulai melalui proses Pendekatan (PDKT).

Lalu cara selanjutnya adalah fase yang sangat tidak dianjurkan. Terutama bagi kalian yang belum memiliki pengalaman dan jam terbang yang kurang dalam menjalani hubungan. Yaitu Fase Orang Ketiga.

Dalam bagian ini saya tidak akan menjelaskanya cara kedua, dan fokus di cara pertama.

Sejujurnya dalam FwB sendiri saya baru kenal belakangan ini, sebelumnya saya lebih mengenalnya dengan sebutan TTM atau Teman Tapi Mesra, istilah ini hanya di gunakan oleh mereka bocah-bocah yang lahir di tahun 90-an.



Biasanya wanita yang open minded dan menerima konsep TTM atau FwB, jauh lebih terbuka dan fleksibel dalam berkomitmen. Artinya biasanya wanita FwB juga tidak pernah mengharapkan hubungan mereka akan berakhir sebagai FwB namun apabila terjadi, maka yasudah lah terjadi.

Cinta FwB memiliki fase yang mirip dengan Friendzone dimana wanita akan bercerita apapun tentang keluh dan kesah pria kemudian menyediakan waktu, cerita terus berlanjut hingga akhirnya dia nyaman dan mulai bergantung. Namun masih sebagai teman, jika anda berhasil mengeksekusinya dengan benar dia akan menjadi pasangan anda yang sangat loyal.

Pertemuan yang semula intens kemudian mulai dibatasi oleh si pria, dan kemudian tempat pertemuan pun mulai semakin berani. Yang tadinya ruang public seperti : café, taman, restoran, bar dan sejenisnya. Akan berubah menjadi lebih intim seperti “rumah”.

Artinya jika dia mulai nyaman dan bergantung kepada anda, dan apabila dia setuju melakukan pertemuan ditempat yang lebih intim.

Selamat !! … anda telah berhasil.

Lalu Bisa kah FwB naik menjadi in Relationship (pacaran)

            Dalam berbagai kesempatan saya sering mengatakan, sulit untuk dapat merealisasikan konsep tersebut.

Letak masalahnya ada didalam 2 sisi.

Saat pria yang sering melakukan hubungan seks dengan seseorang wanita tanpa hubungan status, mereka akan merasa nyaman dengan hal itu.

Lalu buat apa status ?

Kebanyakan dari mereka berpikir, membawa FwB kedalam hubungan serius adalah bencana, kenapa? Karena bisa saja anda bukan lah pasangan FwB nya yang pertama.

Sedangkan untuk wanita sendiri yang memang terbiasa dengan status FwB hanya akan berpikir mendapatkan pria yang “lebih” dari sebelumnya, untuk dapat memenuhi kebutuhanya.


 sehingga sulit sekali menemukan wanita yang loyal (setia) apabila dia sudah sering terlibat dalam FwB. Dan wanita-wanita tipe ini juga memiliki pola pikir

Semua pria hanya mengingkan seks

Sejatinya bayang-bayang cinta dalam setiap pikiran dan hati manusia tetap ada, kita semua selalu mendambakan pasangan yang ideal (menurut kita) untuk dijadikan suami/istri kelak.

Saya banyak melakukan pertimbangan atas tema ini hingga akhirnya memutuskan untuk mempublikasi tema ini, lalu saya beranggapan bahwa pada akhirnya cepat atau lambat kita semua akan melalui masa-masa ini.

Tapi kalau bisa di hindari, kenapa tidak?.  Cukup fokus dengan 1 orang yang mencintai kalian, dan cintai lah dia dengan sepenuh hati.

Bab III (Part Cowok & Cewek) Penyebab Berakhirnya Hubungan


Artikel saya yang terakhir Pacaran Lama Menikah Dengan Orang Lain, saya berkolaborasi dengan Alvia seorang konselor lulusan UNJ (Pendidikan Konseling). Sesaat setelah artikel tersebut kemudian kami kembali berdiskusi. Dia ingin menambahkan satu - dua hal untuk menguatkan artikel saya sebelumnya.

v  Perbedaan nilai hidup dengan pasangan
Di setiap diri manusia/individu melekat segala perangkat “pribadi” yang menjadi pembeda antara dirinya dengan individu lain, yaitu kepribadian, ciri-ciri fisik, pola pikir, nilai hidup, dan juga karakter serta sifat yang menjadikannya sebagai individu yang unik dan berbeda dari orang lain.
Berbicara tentang nilai hidup seseorang, hal tersebut tidak didapatkan serta merta begitu saja, ada berbagai faktor X yang menjadi pengaruhnya. Nilai hidup bisa didapatkan melalui proses pembelajaran, diikuti dengan faktor-faktornya, seperti pola asuh orang tua, lingkup pergaulan teman sebaya, perkembangan pola pikir, dan lain sebagainya.
Salah satu contoh dari nilai hidup yaitu sudut pandang yang digunakan oleh seseorang dalam melihat suatu problematika atau fenomena dan kemudian bereaksi dengan penilaiannya sendiri.

Perbedaan nilai hidup ini bisa menjadi “bumerang” dalam hubungan anda dengan pasangan, jika masing-masing tidak mau saling mengerti dan berkomunikasi tentang hal-hal yang prinsip dan juga pribadi.

Berikut ini ada sebuah kasus sebagai contoh :

A adalah cowok yang mempunyai pacar berinisial C. C sudah menjalin hubungannya dengan A selama 3 tahun. Setelah 3 tahun bersama, A berubah menjadi cowok yang menuntut, menuntut untuk dituruti segala kemauannya, mulai dari berhubungan seks hingga aturan tidak boleh menemui teman lelaki lain.
Tetapi, C adalah perempuan yang membebaskan pacarnya dalam bergaul, terutama ketika berurusan dengan lawan jenis (cewek lain). C selalu menaruh rasa percaya terhadap pacarnya tersebut, sehingga C tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut.
Berbeda dengan A, ia selalu melarang C untuk bertemu dan bergaul dengan teman lelaki lain yang tidak diketahuinya, sehingga C merasa dikekang, dan A tidak sepenuhnya percaya terhadap C.
A selalu merasa “insecure” (perasaan tidak aman dan tidak percaya) terhadap C karena C banyak didekati oleh lawan jenis (cowok lain), dan A berpikir bahwa C bisa saja direbut oleh cowok lain yang mendekatinya.


Dari kasus tersebut dapat dilihat bahwa perbedaan nilai yang dimiliki adalah :

·         A adalah tipikal cowok yang mengekang dan insecure ketika pacarnya berurusan dengan lawan jenis, sehingga A tidak menaruh rasa percaya kepada C.
·         C adalah tipikal cewek yang independen, yang membebaskan pacarnya, terutama dalam hal yang berurusan dengan lawan jenis, dan C menaruh rasa percaya kepada A


v  Menuntut kepekaan dari pasangan
Hal ini sering terjadi pada perempuan kepada laki-laki, dimana perempuan ingin laki-lakinya tersebut “peka” akan apa yang menjadi keinginannya. Jika si laki-laki tersebut tidak mampu untuk peka, maka si perempuan akan menganggap bahwa pasangannya tersebut tidak peka dan tidak mengerti dirinya. Padahal tidak seperti itu.
Dalam suatu hubungan, kunci utama yang menjadi landasan adalah “komunikasi”. Dengan berkomunikasi, maka semua keinginan, maksud, dan juga apa yang ada di dalam pikiran anda akan tersampaikan kepada pasangan.
Jika anda terus-menerus menuntut kepekaan kepada pasangan, terlebih kepada laki-laki, maka anda sebagai pasangan perempuannya akan merasa lelah dan capek sendiri, karena laki-laki memang tidak atau kurang memiliki kemampuan untuk peka.
Mungkin ada laki-laki yang mampu peka terhadap pasangan perempuannya, akan tetapi, tidak semua lelaki seperti itu, karena memang sejatinya lelaki itu diciptakan untuk mengemban tanggung jawab yang besar dan mencari nafkah, itulah kenapa laki-laki dikuatkan fisiknya, sedangkan emosi dan perasaannya tidak terlalu terasah.

Berbeda dengan perempuan. Perempuan adalah makhluk irasional dan memang diciptakan untuk menjadi seseorang yang penyayang (istri dan ibu). Maka dari itu, perempuan dikuatkan emosi, perasaan dan juga pikirannya. Jelas sangatlah berbeda dengan laki-laki.
Maka dari itu, sebagai perempuan, mengertilah bahwa laki-laki memang tidak terlalu terasah perasaannya, jadi pahamilah juga bahwa mereka tidak bisa selalu peka terhadap anda. Sadarlah bahwa laki-laki adalah makhluk rasional yang lebih mengandalkan logika daripada perasaannya.
Apa salahnya anda sebagai pasangan mencoba untuk berkomunikasi kepadanya, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan juga laki-laki bisa mengerti apa yang anda maksudkan.


v  Jenis attachment (kelekatan) antar pasangan

Attachment (kelekatan) adalah keterikatan antara seseorang dengan figur kelekatannya. Kelekatan tersebut didasarkan pada kebutuhan keamanan dan perlindungan. Kelekatan ini berbeda dengan pengertian “cinta” dan “kasih sayang”.

Teori attachment ini dicetuskan oleh John Bowlby, dimana teori ini dapat membantu kita sebagai individu untuk melihat bagaimana kecenderungan hubungan romantis kita di masa dewasa dengan pasangan, dengan melihat kembali kepada masa kecil kita, apakah kita sebagai anak sudah cukup terpenuhi akan kebutuhan keamanan/perlindungan, perhatian, dan cinta dari orang tua.
Tipe atau jenis kelekatan yang dimiliki setiap orang akan berbeda. Hal tersebut bergantung atau dipengaruhi oleh bagaimana orang tua memperlakukan dan mengasuh kita sebagai anak saat masih kecil, apakah orang tua tersebut adalah orang tua yang hangat atau bahkan berwatak keras dan mengabaikan anak. Pola asuh yang kita dapatkan dari orang tua saat kita masih kecil akan berdampak dalam jenis attachment yang kita miliki saat dewasa, yang mana hal tersebut akan berpengaruh pada hubungan romantis kita di masa dewasa.


Dalam teori attachment atau kelekatan, terdapat beberapa jenis kelekatan yang dimiliki oleh masing-masing individu, yaitu di antaranya :


1.    Secure (aman)
Jenis kelekatan ini adalah jenis yang paling “aman” dan sehat, dimana seseorang akan merasa aman, nyaman, dan dapat menaruh rasa percaya terhadap figur kelekatannya (pasangan). Orang dengan jenis kelekatan ini pun juga memiliki tingkat pengertian dan toleransi yang cukup tinggi dan akan memberikan “kebebasan” kepada pasangannya, selama kebebasan tersebut adalah hal yang positif dan tidak mengganggu hubungan antara anda dan juga pasangan. Mereka yang memiliki kelekatan ini selalu menikmati waktu bersama dengan pasangan dan juga dengan orang lain (keluarga, teman). Ketika ia terpisah dari pasangannya, orang yang secure tidak merasa takut atau pun cemas, karena ia akan tetap merasa aman dan percaya bahwa ia dan pasangannya akan selalu memiliki satu sama lain. Tipe secure adalah orang yang mampu percaya terhadap orang lain dan mampu mengerti (pengertian). Ketika ia memiliki pasangan, orang secure akan berusaha untuk selalu memecahkan masalah bersama pasangan, dan dalam hal apapun ia akan selalu ingin melibatkan pasangannya. Ketika menghadapi masalah dalam hubungan asmara dengan pasangan, orang secure akan berkata ”don’t worry baby, we can fix it together”. Mereka bersikap optimis terhadap hubungan satu sama lain.
Orang yang memiliki jenis kelekatan ini adalah ia yang saat kecilnya berada dalam asuhan keluarga (orang tua) yang hangat, penuh cinta kasih, dan mengayomi, sehingga ia tidak merasa kekurangan akan perhatian dan juga cinta. Ketika dewasa, orang dengan jenis kelekatan ini akan tumbuh kuat dan percaya diri, karena ia tahu bahwa dirinya mampu mendapatkan perhatian dan cinta yang cukup.

1.    Avoidant (menghindar)


Jenis kelekatan ini tergolong tidak sehat atau tidak aman (insecure) karena seseorang dengan kelekatan ini akan “menghindar” jika dirinya didekati oleh orang lain yang ingin memiliki hubungan romantis dengan dirinya, atau seeorang tersebut akan menghindar ketika dirinya diberi cinta dan kasih sayang oleh orang lain, karena mereka takut untuk merasa terluka akan cinta itu dan akan melindungi diri dari perasaan terluka tersebut. Tipe kelekatan ini cenderung menghindari hubungan yang intim dengan orang lain (pasangan). Orang yang avoidant juga merasa tidak membutuhkan orang lain di dalam hidupnya. Ketika orang yang avoidant diganggu privasinya (terlebih dalam urusan asmara) maka ia akan sangat defensif dan panik, memprotek dan melindungi diri secara berlebihan dengan berkata “stop trying to control me, I need my space” (tidak suka dikendalikan oleh orang lain). Dalam hal ini, orang avoidant juga sangat takut untuk mempercayai orang lain. Ketika memiliki pasangan, orang yang avoidant akan menolak keras dan takut jika dirinya dilibatkan dalam suatu hal bersama pasangannya, ia akan berkata “just try to control me, I will runaway and you never see me again”. Jika dalam berhubungan asmara dan menghadapi masalah, tipe avoidant akan cenderung lari dan menganggap bahwa tidak ada orang yang bisa ia percaya, hanya dirinya sendiri saja yang bisa ia andalkan.

Orang dengan jenis kelekatan seperti ini adalah ia yang berada dalam asuhan orang tua yang besifat berjarak (menjauh) dan juga berwatak keras. 

1.    Anxious/Anxiety (cemas)
Tipe kelekatan ini tergolong tidak sehat, karena orang dengan kelekatan ini cenderung akan merasa cemas/khawatir berlebihan dan insecure (merasa tidak aman) bahwa dirinya tidak akan dicintai dan akan kehilangan cinta yang dimilikinya (orang yang ia cintai). Mereka yang anxious cenderung akan merasa takut yang berlebihan ketika ia terpisah dari pasangannya, ia tidak bisa percaya terhadap orang lain, pun termasuk pasangannya. Sekali pun pasangannya itu atau dirinya menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman, orang yang anxious tetap akan merasa insecure, mereka takut akan kehilangan orang yang mereka cintai tersebut. Biasanya orang anxious akan selalu mengatakan “jangan tinggalkan aku”, “aku takut kehilanganmu”. Mereka yang anxious ingin selalu berada di dekat pasangannya, tak ingin jauh dan tak bisa jauh dari pasangannya. Orang dengan tipe kelekatan ini akan “menyerah” kepada pasangannya, dalam arti ia akan selalu menuruti kemauan pasangan tanpa memperhatikan kemampuan dirinya sendiri. Mereka seperti tidak memiliki pendirian, dan takut untuk menyuarakan apa yang ada di dalam pikirannya dan hanya memikirkan bahwa pasangannya tersebut akan memilih orang lain jika dirinya tidak memenuhi kemauan pasangannya. Ketika menyangkut masalah dalam hubungan asmara, tipe anxious akan menyalahkan dirinya sendiri dengan berpikiran negatif tentang dirinya, seperti “apa yang salah dengan diriku sampai ia meninggalkanku?”.
Orang dengan tipe ini berada dalam asuhan orang tua dengan perilaku yang abnormal, yaitu terkadang orang tua memberikan perhatian dan kasih sayang, dan terkadang bersifat cuek dan mengabaikan, sehingga anak akan merasa ambivalen (kebingungan) terhadap sikap orang tua.



Dalam berhubungan, tipe secure adalah tipe yang paling aman untuk semua jenis attachment, yang artinya tipe secure mampu menjalin hubungan dengan tipe anxious dan avoidant, karena tipe secure mampu membedakan dirinya dengan pasangan, ia mampu mengerti dan juga percaya. Tetapi, akan lebih baik lagi jika tipe secure bersama dengan tipe yang secure juga, karena mereka akan lebih sehat dalam berhubungan dan saling mengerti satu sama lain.



Tipe avoidant dengan tipe avoidant akan cenderung mengalami kecocokkan karena mereka berada dalam tipe yang sama. Tetapi dalam keberhasilan hubungan, tipe ini cukup membingungkan, karena mereka sama-sama memiliki jarak dan menjauh ketika diberi cinta dan kasih sayang yang melibatkan “personal space”.

Tipe anxious dengan anxious memiliki tingkat keberhasilan hubungan yang cukup tinggi, karena mereka dari segi tipe yang sama dan memiliki kecocokkan yang serupa, yaitu sama-sama ingin berdekatan satu sama lain dan tak bisa terpisah jauh serta tak bisa saling kehilangan.


Tetapi, ketika tipe avoidant dan anxious disatukan, maka akan ada kecenderungan mereka berpisah, karena kedua tipe tersebut sangat bertolak belakang satu sama lain. Avoidant selalu menghindar, tidak ingin dilibatkan secara personal. Sedangkan anxious, ia adalah tipe yang selalu ingin diperhatikan, ingin bersama, dan ingin terlibat secara personal lebih dalam.

Dalam teori kelekatan ini, tidak ada yang salah dan benar. Tipe-tipe tersebut hanya untuk mengklasifikasikan jenis seperti apakah kita dengan pasangan, dan bagaimanakah kita saat diasuh oleh orang tua. Keberhasilan hubungan yang anda miliki terletak pada komitmen masing-masing dan bagaimana anda memperjuangkannya.

Pacaran Lama, Menikah Dengan Orang Lain


Jujur ini adalah artikel saya yang paling melelahkan karena memiliki data banyak, dan artikel ini baru setengahnya data yang keluar sehingga saya memutuskan untuk memecahnya menjadi dua bagian.

Namun sebelum itu jangan lupa untuk tonton dan subscribe channel youtube dengan mengklik gambar dibawah ini








Sebelumnya mari kita sepakati bersama, dalam sebuah akhir hubungan tidak ada pihak yang salah dan juga benar. Semuanya salah dan semuanya benar, sehingga artikel ini tidak ditujukan untuk mereka yang merasa dirinya benar.

Pada artikel Seni Matrealistis saya menyinggung tentang pola pacaran, dimana hubungan yang sesungguhnya baru terjalin ketika menginjak usia 8 bulan, dibawah itu masih masuk ke dalam kategori penjajakan. Walaupun !!! … statusnya telah berpacaran.

Mereka yang menjalin hubungan dalam dan berakhir dibawah 1 tahun, belum termasuk dalam kategori pacaran, walaupun statusnya udah pacaran. Sehingga yang termasuk dalam kategori hubungan yang lama adalah mereka yang setidaknya menjalin hubungan minimal 2 tahun.


Kali ini kita tidak akan fokus membahas tentang hubungannya, namun bagaimana hubungan itu berakhir.



Penyebab Berakhirnya Hubungan

Sejauh ini saya telah meneliti banyak hal yang berkaitan dengan percintaan, dan jujur saya mengatakan bahwa saya banyak menghabiskan waktu untuk mempelajari tentang tema ini.
Sejauh ini saya membagi menjadi 5 penyebab hubungan berakhir.

1. Ego


Ego adalah struktur psikis yang berhubungan dengan konsep tentang diri, diatur oleh prinsip realitas dan ditandai oleh kemampuan untuk menoleransi frustrasi. Ego diatur oleh prinsip realitas yang berkaitan dengan apa yang praktis dan mungkin, sebagai dorongan dari id.
- Wikipedia –

Ego dalam sebuah hubungan sudah pasti bersifat memaksa, 98% konflik dalam hubungan hingga menyebabkan perpisahan disebabkan oleh Ego. Hal tidak prinsip kemudian dibesar-besarkan oleh ego hingga menjadi konflik berkepanjangan, sering kita jumpai atau bahkan mungkin terjadi dalam hidup anda. Seperti memiliki pasangan yang hobi membesar-besarkan masalah.

2. Jenuh

Kehidupan cinta yang monoton membuat orang-orang yang menjalaninya akan merasa jenuh, itulah kenapa dibutuhkan variasi dan management waktu untuk bertemu yang harus dikendalikan.
Sekedar komunikasi sekalipun apabila dilakukan secara berlebihan, akan membuat jenuh karena terasa monoton.

Mengapa Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk ciptaannya yang paling sempurna? Karena manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang disertai dengan akal, pikiran serta perasaan.

Saat manusia merasakan jenuh, akal menstimulasi pikirannya untuk mengubah suasana yang membosankan menjadi menarik kembali. Ada berbagai macam cara untuk dapat mengubah keadaan jenuh menjadi menarik, yaitu dengan kejutan, fantasi, hingga konflik.



3. C.O.I (Conflict Of Interest)

Conflict Of Interest atau konflik kepentingan adalah suatu keadaan ketika seseorang pada posisi yang memerlukan kepercayaan, memiliki kepentingan profesional dan pribadi yang bersinggungan. Persinggungan kepentingan ini dapat menyulitkan orang tersebut untuk menjalankan tugasnya.

Biasanya mereka yang menjalin hubungan dengan teman satu kantor, kolega atau mereka yang cintanya bersemi saat menjalin kerja sama.

Kenyataan ini sungguh kontradiktif dengan saran yang selalu saya berikan kepada banyak orang.

Salah satu cara untuk mempertahankan hubungan adalah dengan memiliki tujuan bersama
Salah satunya adalah dengan terlibat dalam satu bisnis bersama

Namun banyak yang tidak menguasai medan sehingga yang tujuan awalnya adalah untuk mempertahankan hubungan malah menambah konflik, lalu kemudian sulit memisahkan antara kepentingan profesional dengan pribadi.

Walhasil?, malah bubar.


Lalu harus seperti apa?
Kecilkan skupnya namun jangan buang temanya, buatlah sebuah tabungan bersama di Bank !!. kalian berdua diwajibkan menyisihkan uang berapapun itu, dan setorkan setiap bulannya bersama-sama.

Lalu tentukan targetnya, namun saya sarankan dari yang mudah dulu. Misalnya travelling bersama. Setelah kalian dapat melewatinya, kalian akan merasa tertantang kembali untuk melakukan hal ini namun dengan target yang lebih besar.

Hal ini melatih kekompakan kalian sebagai pasangan, kepercayaan satu sama lain untuk tidak berbuat curang, jujur serta saling terbuka terutama dalam hal finansial.

Dan percayalah!, suatu saat kalian mengalami konflik hebat, akal sehat kalian langsung mengambil alih untuk tetap mempertahankan hubungan. Dengan cara mengingat proses dan tujuan yang kalian jalani saat itu.

4. SEX

Saya menyebutkan di atas cara mempertahankan hubungan jenuh adalah dengan kejutan, fantasi, dan konflik.

Dan fantasi yang paling mudah didapatkan adalah melalui seks, namun sering kali fantasi ini bertambah liar dan terus bertambah dosisnya, sehingga pasangan tidak mampu lagi menampung hingga memenuhi fantasi tersebut.

Fantasi itu layaknya sebuah hobi, kita akan melakukan apa saja demi memenuhi hobi bahkan apabila diharuskan membeli dengan harga tidak normal, kita akan tetap membelinya.

Sama seperti fantasi, kita akan melakukan apa saja asal fantasi liar yang ada di dalam diri kita dapat terpenuhi. Dan ini lah awal bencana !!.
5. Orang ke 3

Seperti yang saya sebutkan di atas hubungan yang jenuh bagaikan sebuah bom waktu yang dapat mengubah pasangan anda menjadi lepas kendali.

Hubungan yang dijalani dengan baik-baik saja tanpa adanya konflik
bagaikan sayur tanpa garam, Hambar.



Namun hubungan yang dijalani dengan penuh konflik tanpa alur cerita yang baik,
bagaikan kanker di dalam tubuh, Mematikan.

Dimana ada konflik, disitu ada oknum-oknum yang siap memenuhi kebutuhan ego, dan bersedia menjadi pelampiasan pengganti pasangan.

6. Back Street

Stigma dan tradisi membentuk standar dalam menentukan pasangan, mereka yang tidak lulus maka tidak akan pernah mendapatkan restu dari orang tua.

Terkadang standar yang ditentukan oleh stigma dan tradisi turun temurun kerap terbukti benar, namun dalam beberapa kasus juga banyak yang langgeng hingga ajal menjemput meski tanpa restu orang tua.

Mereka yang ngeyel dan berusaha mendobrak stigma dan tradisi kemudian nekat menjalin hubungan diam-diam atau backstreet.

Namun pertanyaanya adalah …..
Seberapa kuat anda bertahan?
Sex Effect

10 September 2018 saya sempat mengangkat tema tentang efek dari seks di dalam artikel Sex Impact, lalu kembali saya singgung pada 3 januari 2019 tentang di dalam artikel Seni Matrealistis.

Artinya sex memang membawa pengaruh yang cukup besar terutama bagi wanita. Wanita akan memiliki ego yang tinggi, rasa cemburu yang tidak wajar, dan berubah menjadi penuntut, terutama bagi mereka yang baru melakukan atau baru melepas virgin.

Sex memiliki arti yang sangat kuat, dimana komitmen wanita dipertaruhkan, itulah kenapa banyak dari wanita setelah melakukan having sex walaupun bukan pertama, sifatnya langsung berubah 180 derajat. Hal itu karena wanita merasa sudah memberikan semua yang mereka miliki.

Jadi dengan kata lain, sex merupakan salah satu bentuk pengabdian tertinggi yang dilakukan seorang wanita terhadap pria.
Bahkan seks yang dilakukan terlalu cepat akan memotong waktu satu tahun lebih cepat sehingga apabila kita memperhatikan tabel pola pacaran normal di atas, memerlukan waktu 14 -16 bulan untuk memasuki masa jenuh.

Namun karena seks yang terlalu dini, untuk masuk ke dalam fase konflik hanya perlu memakan waktu 6-9 bulan.



Sebagai pembanding silahkan kalian kembali scroll ke atas untuk melihat pola pacaran normal.


Pola Putus

Mereka yang mengakhiri hubungan akan melewati 5 pola, seperti diagram yang saya gambarkan disamping.
1. Berkabung

Pola pertama adalah berkabung, tentu ini adalah hal yang lumrah dimana kita telah kehilangan orang yang selama ini selalu ada di sisi kita, walaupun orang tersebut adalah orang yang paling menyebalkan sekalipun.

2. Perhitungan

Loh kok perhitungan??

Iya, setelah masa berkabung, akal mulai merefleksikan diri. Mulai kembali mengingat-ingat beberapa kesalahan yang dia lakukan dan kebaikan apa saja yang kemudian telah anda lakukan.

Kemudian berhitung dan menimbang, apa yang lebih banyak nilai kesalahan yang dia lakukan atau nilai kebaikan yang anda lakukan, hal ini tidak lain dilakukan hanya untuk menghibur diri sendiri
Dalam fase ini, ego berperan hampir 100%.

3. Trauma

Pola kedua akan membuat akal dan pikiran diselimuti ego sekaligus rasa takut, namun ada keinginan yang besar untuk melangkah maju dan melanjutkan hidup.
Sayang keinginan ini kemudian terkekang oleh perasaan takut mengulang kejadian sebelumnya.

4. Hampa

Setelah itu anda akan melupakan semuanya, anda akan lupa tentang moment-moment tersebut bahkan bisa jadi anda akan lupa bagaimana perasaan mencintai “dia”. Semua akan kembali seperti semula saat dia yang dulu “spesial” berubah menjadi biasa saja.

Anda mulai fokus ke karir, keluarga, teman, dan hobi. Intinya anda akan melangkah maju.

Namun di tengah-tengah itu, anda tiba-tiba akan merasa kosong, atau hampa. Perasaan ini bagaikan sebuah kabut yang tidak hanya menyelimuti hati dan pikiran.

Namun jauh masuk hingga ke dalam relung-relung jiwa anda.

5. Selektif

Perasaan hampa sebenarnya menunjukan bahwa anda telah benar-benar move on, dan pertanda bahwa anda memerlukan pasangan baru untuk menutupi kekosongan tersebut.

Namun pengalaman yang anda rasakan kemarin membuat anda lebih cermat dalam memilih pasangan, untuk mencegah terulangnya kembali suasana sebelumnya.

Pacaran Lama Menikah Dengan Orang Lain

Pasti dalam penjelasan sub bab ini akan ada banyak yang protes, karena bersifat kontradiktif dengan ketarangan yang saya berikan diawal.

Hubungan yang berakhir tidak ada yang salah dan juga yang benar.
Semuanya salah dan semuanya benar. 
Sehingga artikel ini tidak ditujukan untuk mereka yang merasa dirinya benar.

Namun saya menemukan sebuah pola baru yang cukup menarik, saya telah melakukan survey dengan 20 pasangan yang hubungannya kandas setelah lebih dari 2 tahun berpacaran.

Dan hasilnya membuat saya tercengang.

Pola Victim and Suspect

Pola ini mengacu pada sudut pandang pribadi masing-masing, sehingga tidak ada standar yang pasti tentang siapa yang menjadi korban dan siapa yang menjadi tersangka.

Tentu kita sering melihat atau bahkan mengalaminya langsung ketika salah satu dari teman kita bercerita tentang alasannya berpisah dengan pasangan, tentu itu akan memancing empati dan simpati dari kita. Sehingga saat itu mengambil keputusan bahwa teman kita adalah korban, dan mantan pasangannya adalah tersangka.
Tanpa mengetahui dua sisi cerita.

Contoh Kasus :

Point Of View: P.O.V

P.O.V Wanita : sepasang kekasih telah menjalin hubungan lebih dari lima tahun

Lalu pasanganya memutuskan untuk mengakhiri hubungan,
dan lebih memilih pergi dengan wanita yang baru dia kenal 1 tahun terakhir

Maka dalam Point Of View ini jelas bahwa wanita tersebut adalah korban dan mantan pasangannya adalah tersangka.

P.O.V Pria : Pria tersebut memutuskan berpisah

Karena apa yang diberikannya tidak pernah cukup, selalu dibanding-bandingkan
apapun ucapannya tidak pernah didengar, tidak pernah dihormati,
 semua jenis kegiatannya tidak pernah mendapat dukungan
selalu tidak percaya, tiada hari tanpa konflik.

Sementara wanita baru yang ia kenal satu tahun terakhir
Selalu mendukung, pendapatnya selalu diterima, sarannya selalu dijalankan
menghormati, dan selalu mendukung semua jenis kegiatan
selalu percaya, dia memberikan semua yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya

Maka dalam Point Of View ini, kita melihat bahwa pria ini adalah korban dan mantan kekasihnya adalah tersangka.

Mari kita berpikir objektif dan tidak memihak berdasarkan gender.

Maka dalam hal ini saya membuat kesimpulan, bahwa wanita tersebut memiliki ego yang tinggi dan pria tersebut memiliki keinginan dan kesungguhan untuk berusaha menjadi yang terbaik sesuai pandangan wanita tersebut.

Naasnya mantan pasanganya tidak pernah puas, dan pria itu lebih dulu mendapatkan sesosok wanita yang memperlakukanya seperti “manusia”, memberikan sesuatu yang selama ini belum pernah dia dapatkan sebelumnya.

Maka dalam kasus ini, wanita nya salah, namun pria juga salah. Mengapa? Karena selingkuh itu tetap tidak dibenarkan.

Namun karena dalam hal ini saya diharuskan memilih, maka saya memilih pria tersebut sebagai korban dan wanita tersebut sebagai tersangka.

Pola Lanjutan

Sering kita temui pasangan yang telah menjalin hubungan lebih dari dua tahun, kemudian hubungan mereka kandas dan tak memerlukan waktu lama salah satu di antara mereka kemudian mendapatkan pasangan baru lalu menikah.

Salah satu pasangan yang sempat menarik perhatian publik adalah Raisa dan Keenan Pearce. Dimana cinta mereka kandas setelah 4 tahun pacaran. Hanya memerlukan waktu kurang dari dua tahun kemudian Raisa menikah dengan Hamish.

Dan pertanyaan nya mengapa?

Sebelum saya menjelaskan alasannya, biar saya jelaskan dulu maksud dari pola Tersangka dan Korban.

Mereka yang hubungannya kandas hanya karena sebuah “kejelekan” semata (ego, Selingkuh, dan sejenisnya) maka dia akan hidup di dalam lingkaran tersebut.

Jika kita lanjutkan 2 contoh pasangan di atas dimana wanita tersebut memiliki ego yang sangat tinggi sehingga pasangannya pergi meninggalkan, maka kemudian wanita tersebut akan mengalami trauma dan lebih selektif memilih pasangan “yang mengerti kehendaknya” bukan mencari pasangan yang mengerti satu sama lain.

Namun apabila dia sadar akan kesalahannya, bisa jadi dia kemudian merenung dan sadar untuk menurunkan egonya.

Sementara untuk pria tersebut dia sudah mendapatkan pasangan yang menurutnya ideal, maka dia akan segera memasuki ke jenjang yang lebih serius. Untuk mencegah terulang kembali atau supaya dia tidak jenuh karena sebelumnya dia telah merasakan hubungan yang panjang.

Dan jika diimplementasikan pada pola Raisa, Keenan, & Hamish :

Raisa memilih menikah karena dia telah melewati perjalanan panjang dalam berhubungan, dia mempelajari yang telah terjadi sebelumnya, dan kemudian melangkah maju sambil mempercayai cinta dan masa depannya ke Hamish.

Dan jika disuruh memilih, hubungan panjang sebagai pacar
atau
hubungan panjang sebagai suami dan istri?
Kita semua pasti sepakat memilih opsi yang kedua

Body Shaming (Shame on You)




14 February 2019, Kami resmi melaunching chanel youtube yang bertujuan untuk memudahkan kalian belajar mendetail mengenai ilmu SEDOPAS,  selanjutnya chanel youtube Etimologi Komuni (link ke youtube) bukan hanya berisi konten yang berkaitan dengan blog namun juga konten yang berkaitan dengan cinta dan kasih dengan sesama.

Dan mengajak kalian untuk perduli dan concern kepada mereka korban cinta dan perpisahan baik yang terjadi secara pribadi, maupun orang tuanya.

Jangan lupa di subscribe channel Etimologi Komuni karena akan ada banyak kejutan !!! ….

Setiap orang ingin dirinya terlihat sempurna, untuk dirinya sendiri maupun di mata orang lain. Terlebih untuk kalian para perempuan, karena memang definisi kecantikan dan keindahan terletak pada kaum Hawa.


Beberapa hari lalu saya sempat membahas tentang kasus body shamming dan sudut pandang pria tentang keindahan bentuk tubuh. Pada akun Instagram @Jpoulli 


Desember 2018, Etimologi Komuni menetapkan Aruna Dewi (@missruna_69) sebagai wanita tersexy tahun 2018. Bukan karena bentuk tubuhnya yang diatas rata-rata namun karena pola pikirnya dan keberanianya dalam berbicara yang berada diatas rata-rata.

Aruna atau yang biasa dikenal dengan Miss Aruna adalah seorang model dewasa yang berdomisili di Bali. Tahun 2015 aruna memulai karier nya sebagai model cosplay, baru lah ditahun 2016 dia mulai berani menerima tawaran job sebagai model dewasa.

Dan yang menarik dari Aruna menurut Etimologi Komuni adalah karena dia mengambil kuliah jurusan pendidikan bahasa Jepang, bisa kita bayangkan 2 profesi yang berlawanan ada didalam dirinya.



Dibawah Rata-Rata

Bisa diperhatikan melalui foto bagaimana Aruna memiliki bentuk tubuh, yang memang masuk kedalam ketegori dibawah rata-rata untuk mereka yang bergelut Industri model dalam kategori dewasa, hal ini pula kemudian yang dijadikan bahan oleh netizen untuk menjadikan Aruna sebagai bahan bullying.

Sering saya melihat dibeberapa postinganya yang tak jarang ditanggapi dengan lelucon, namun ada juga yang ditanggapi keras oleh Aruna.

Mereka hanya memberikan kritikan tidak dibarengi solusi
Mereka hanya bilang “dada ku Kecil” hanya itu

Aruna pun berkata jika memberikan kritik harus disertai solusi, supaya yang dikritik tau harus melakukan apa. kemudian kita bisa membedakan mana mereka yang iri dan dengki, namun mana juga yang mendukung.

Menurutnya dukungan tidak harus melalui pujian.

Heran, orang gila mana yang mengotak-ngotakan wanita hanya dari bentuk tubuh

Ucapnya dengan nada tinggi.

Ungkapan ini kemudian membawa saya masuk kedalam titik penasaran baru, saya pun jadi menanyakan hal yang sama.

Penggiringan Opini Melalui Media


Akhir januari 2019, saya bercerita ke salah satu teman dekat saya Alvia. Profesinya memang sebagai konselor. Menurut Alvia, Body shaming tercipta karena pembentukan citra kecantikan yang sering dilihat secara berkala oleh masyarakat.



Terciptanya definisi cantik dan indah oleh perempuan tersebut dibangun karena adanya iklan-iklan produk kecantikan yang memang menampilkan model para perempuan yang masuk dalam konsep dan definisi “sempurna”. Sehingga jika perempuan tersebut memiliki nilai fisik yang tidak sesuai dengan konsep dan definisi tersebut, maka perempuan tersebut dianggap jelek atau tidak proporsional (tidak sempurna).

Berawal dari iklan kecantikan itulah, kemudian muncul istilah body shaming. Body shaming didefiniskan sebagai perasaan negatif mengenai diri ketika standar kultural ideal akan tubuh yang tidak tercapai.



Body shaming juga merupakan bentuk dari tindakan mengomentari fisik, penampilan, atau citra diri seseorang, baik dilakukan oleh orang lain atau pun terhadap diri kita sendiri. Body shaming itu tercipta dari pembentukan citra kecantikan itu sendiri, yang dibangun oleh kaum perempuan lewat pemikirannya ketika melihat iklan produk kecantikan dan peragawati yang berjalan di atas catwalk. Kemudian citra tersebut terpatri, menjadi belief (keyakinan) dan menjadi tolak ukur (standar) untuk perempuan jika ingin dinilai cantik oleh orang lain.



Bagi para perempuan yang mengalami body shaming ini, mereka beranggapan bahwa diri mereka tidaklah cantik, tidaklah indah, dan tidak patut dipuji. Lalu mereka mengembangkan pemikiran bahwa “saya tidak cantik” dan biasanya berujung pada krisis kepercayaan diri.

Dampak yang ditimbulkan dari body shaming ini antara lain adalah krisis kepercayaan diri, anggapan (belief) bahwa diri ini tidak sempurna dan tidak layak, menjadi rendah diri. Tidak juga menutup kemungkinan bahwa body shaming ini bisa menyebabkan depresi, frustrasi, mood swing, bahkan berujung kematian pada seseorang.

Biasanya, para perempuan yang mengalami body shaming ini diejek dengan sebutan “gendut” atau “si kurus”, “pipi chubby”, “hidung pesek”, “mata belo”, dan lain sebagainya. Sehingga mereka yang diejek gendut tersebut akan bertindak ekstrem dalam mengatur pola makan alias diet ketat dan berujung pada penyakit anoreksia atau bulimia (eating disorder), yang jika berlebihan dan berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang (lama) akan berakibat pada kematian. Begitupun dengan mereka yang diejek “kurus”. Mereka akan mulai memakan makan banyak makanan secara berlebihan. Body shaming ini juga mengakibatkan para perempuan melakukan oplas (operasi plastik) pada bagian wajah dan juga tubuhnya. Dari peristiwa tersebut pula, pernyataan “cantik itu menyakitkan” muncul.



Body Shaming Bully atau Pelecehan?

Body shaming sendiri termasuk ke dalam tindakan bullying dan bukan pelecehan, karena body shaming merupakan penghinaan secara fisik pada bagian tubuh tertentu. Sedangkan pelecehan adalah konteks yang lebih mengarah kepada tindak seksual.
Contohnya adalah seperti berikut :

·         Body shaming – bullying :

“Ih kok lo gendutan sih? Jelek tau. Itu badan apa kulkas dua pintu?” (secara verbal)

·         Berbeda dengan pelecehan yang lebih mengarah ke arah seksual :

“Itu dada gede banget, jadi pengen gw gigit” (secara verbal)

Biasanya, pelecehan juga lebih mengarah pada perbuatan, misal meraba-raba tubuh korbannya di bagian tertentu.

Body shaming termasuk ke dalam perilaku bullying dan bukan pelecehan, karena body shaming merujuk pada celaan/cacian bagian tubuh yang tidak ideal, sedangkan pelecehan lebih merujuk kepada seksualitas seseorang.


Definisi Cantik

Iklan diatas membuat saya termenung dan berpikir, lantas harusnya definisi cantik yang sesungguhnya itu seperti apa?.

Bagi saya pribadi tidak ada standar dalam menentukan kecantikan, semua itu adalah relative tergantung selera masing-masing. Bagi mereka yang menyukai bentuk tubuh gemuk ya sampai kapanpun orang yang bertubuh kurus tidak akan menarik dimatanya, begitu juga sebaliknya.

Dan rupanya pendapat saya mengenai definisi cantik ini sendiri disetujui oleh alvia yang mengganggap bahwa cantik itu adalah menjadi diri sendiri, tanpa ada standart yang melekat dan tanpa ada citra diri yang ideal.

Berbeda dengan Alvia, menurut Aruna Cantik itu adalah ketika kamu tampil berbeda dengan orang lain dan menggebrak standart cantik yang ada.




Apapun dan bagaimanapun bentuk dan rupa tubuh dan wajah kalian
Apapun dan bagaimanapun definisi cantik menurut kalian

You are exactly you need to be